Minggu, 10 Desember 2023

Artikel pernikahan dini

 BKKBN menentukan batas usia ideal untuk menikah pada perempuan yaitu 21 tahun dan pada laki-laki 25 tahun. Ditinjau dari aspek kesehatan, perempuan usia 21 tahun, organ reproduksinya secara psikologis sudah berkembang secara baik dan kuat serta siap melahirkan. Sedangkan dari aspek ekonomi, laki-laki umur 25 tahun sudah siap untuk menopang kehidupan keluarganya. 


Penyebab pernikahan dini biasanya adalah faktor budaya dan sosioekonomi. Beberapa orangtua beranggapan bahwa anak dapat menjadi penyelamat keuangan keluarga saat menikah karena anak yang belum menikah akan menjadi beban keluarga. 


Ada pula yang beranggapan, anak akan memiliki kehidupan yang lebih baik setelah menikah. Padahal, bila anak tersebut putus sekolah, justru akan memperpanjang rantai kemiskinan serta hak dasar anak seperti sekolah terampas. Dampak lain pernikahan dini adalah merugikan perekonomian negara karena sebanyak 1,7 persen pendapatan negara bisa hilang.


Masyarakat di beberapa daerah masih memiliki pemahaman berbeda tentang perjodohan karena faktor adat dan budaya. Para orangtua masih memiliki kekhawatiran anaknya tidak kunjung menikah dan menjadi perawan tua.


Anak- anak yang sedang masa pubertas, sangat rentan melakukan perilaku seksual sebelum menikah. Untuk mencegahnya banyak para orang tua menikahkan anak mereka. Untuk mengantisipasi terjadinya pergaulan bebas pada anak maka orang tua harus memberikan pemahaman akibat dari pernikahan dini dan kesehatan reproduksi remajanya.


Hal ini bisa diperoleh dengan mengikuti kelompok Bina Keluarga Remaja(BKR). Manfaat BKR adalah agar para orang tua remaja dan anggota keluarga lain mengetahui tahap pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja serta mampu memenuhi kebutuhan asah, asih, dan asuh.  


Begitupun dengan anak harus disibukkan dengan kegiatan berkreasi dan berprestasi agar terhindar dari hal-hal yang menyebabkan pernikahan dini. Anak-anak yang belum cukup umur sangat rentan mengalami eksploitasi ataupun penganiayaan setelah menikah. Anak remaja bisa mengikuti kegiatan di wilayahnya seperti Pusat Informasi dan Konsultasi Remaja (PIKR), dimana mereka mendapatkan informasi tentang pernikahan dini, seks bebas, dan narkoba.


Perkawinan dini akan berdampak multi-dimensional, karena dapat membawa implikasi besar terhadap pembangunan, khususnya terkait kualitas dan daya saing sumber daya manusia di masa mendatang. 


Dampak negatif pernikahan dini dirasakan oleh ibu maupun anak yang dilahirkan. Terjadi resiko buruk saat melahirkan karena kondisi fisik alat reproduksi belum sempurna, panggul ibu yang sempit dan tidak tercukupinya asupan gizi saat hamil. Akibat lainnya berpotensi mengalami robek mulut rahim yang menyebabkan pendarahan, penyakit preeklamsia, tensi darah naik, kaki bengkak, kejang saat persalinan , anemia, Bayi Lahir Prematur dan BBLR dan kematian ibu saat melahirkan. Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menyebutkan AKI di Indonesia adalah 359 per 100 ribu kelahiran hidup sedangkan AKB sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup. Hot Topics:

Kolom

Kalam

Kamis , 29 Sep 2022, 09:31 WIB

Pernikahan Dini, Masalah dan Solusinya

Orangtua masih khawatir anaknya tidak kunjung menikah dan menjadi perawan tua


Red: A.Syalaby Ichsan

Ilustrasi Pernikahan Dini

MGROL100

Ilustrasi Pernikahan Dini

    


Oleh : Ir Euis Komariah, MT (ASN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat)


 


Sponsored


REPUBLIKA.CO.ID, Maraknya pernikahan dini yang dialami remaja berusia di bawah 20 tahun masih menjadi fenomena di beberapa daerah di Indonesia. 


Meski angka Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya penurunan dari tahun 2019 ke tahun 2020 dari 10,82 persen menjadi 10,18 persen, praktik pernikahan dini masih tinggi.  


Di Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara dengan kasus pernikahan dini terbanyak kedua setelah Kamboja dan peringkat ke-8 di dunia. Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat pemerintah telah mengatur dengan jelas batas minimal perkawinan menjadi 19 tahun, dan memperketat aturan dispensasi perkawinan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan.



BKKBN menentukan batas usia ideal untuk menikah pada perempuan yaitu 21 tahun dan pada laki-laki 25 tahun. Ditinjau dari aspek kesehatan, perempuan usia 21 tahun, organ reproduksinya secara psikologis sudah berkembang secara baik dan kuat serta siap melahirkan. Sedangkan dari aspek ekonomi, laki-laki umur 25 tahun sudah siap untuk menopang kehidupan keluarganya. 


Penyebab pernikahan dini biasanya adalah faktor budaya dan sosioekonomi. Beberapa orangtua beranggapan bahwa anak dapat menjadi penyelamat keuangan keluarga saat menikah karena anak yang belum menikah akan menjadi beban keluarga. 


Ada pula yang beranggapan, anak akan memiliki kehidupan yang lebih baik setelah menikah. Padahal, bila anak tersebut putus sekolah, justru akan memperpanjang rantai kemiskinan serta hak dasar anak seperti sekolah terampas. Dampak lain pernikahan dini adalah merugikan perekonomian negara karena sebanyak 1,7 persen pendapatan negara bisa hilang.


Masyarakat di beberapa daerah masih memiliki pemahaman berbeda tentang perjodohan karena faktor adat dan budaya. Para orangtua masih memiliki kekhawatiran anaknya tidak kunjung menikah dan menjadi perawan tua.


Anak- anak yang sedang masa pubertas, sangat rentan melakukan perilaku seksual sebelum menikah. Untuk mencegahnya banyak para orang tua menikahkan anak mereka. Untuk mengantisipasi terjadinya pergaulan bebas pada anak maka orang tua harus memberikan pemahaman akibat dari pernikahan dini dan kesehatan reproduksi remajanya.


Hal ini bisa diperoleh dengan mengikuti kelompok Bina Keluarga Remaja(BKR). Manfaat BKR adalah agar para orang tua remaja dan anggota keluarga lain mengetahui tahap pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja serta mampu memenuhi kebutuhan asah, asih, dan asuh.  


Begitupun dengan anak harus disibukkan dengan kegiatan berkreasi dan berprestasi agar terhindar dari hal-hal yang menyebabkan pernikahan dini. Anak-anak yang belum cukup umur sangat rentan mengalami eksploitasi ataupun penganiayaan setelah menikah. Anak remaja bisa mengikuti kegiatan di wilayahnya seperti Pusat Informasi dan Konsultasi Remaja (PIKR), dimana mereka mendapatkan informasi tentang pernikahan dini, seks bebas, dan narkoba.


Perkawinan dini akan berdampak multi-dimensional, karena dapat membawa implikasi besar terhadap pembangunan, khususnya terkait kualitas dan daya saing sumber daya manusia di masa mendatang. 


Dampak negatif pernikahan dini dirasakan oleh ibu maupun anak yang dilahirkan. Terjadi resiko buruk saat melahirkan karena kondisi fisik alat reproduksi belum sempurna, panggul ibu yang sempit dan tidak tercukupinya asupan gizi saat hamil. Akibat lainnya berpotensi mengalami robek mulut rahim yang menyebabkan pendarahan, penyakit preeklamsia, tensi darah naik, kaki bengkak, kejang saat persalinan , anemia, Bayi Lahir Prematur dan BBLR dan kematian ibu saat melahirkan. Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menyebutkan AKI di Indonesia adalah 359 per 100 ribu kelahiran hidup sedangkan AKB sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup. 


photo

Ilustrasi Pernikahan Dini - (Pixabay)

Adanya hubungan antara usia ibu saat melahirkan dengan angka stunting. Semakin muda usia ibu, makin besar kemungkinannya melahirkan anak stunting. Stunting bisa dimulai sejak pembuahan, sehingga seorang wanita perlu melakukan upaya untuk mencegahnya sedini mungkin, yaitu sejak masa remaja. Tujuannya, agar dapat melahirkan anak yang sehat dengan tumbuh kembang yang baik. Stunting bisa menyebabkan dampak buruk pada kesehatan fisik, dan kesehatan mental anak. 


Pernikahan dini berdampak pada masalah sosial, seperti masalah perekonomian yang menyebabkan ketidakharmonisan dalam keluarga. Hal ini disebabkan emosi yang masih labil, gejolak darah muda dan cara pikir yang belum matang, akhirnya terjadi rawan perceraian. Kasus perceraian tertinggi menimpa kelompok usia 20 – 24 tahun dengan usia pernikahan belum genap lima tahun. 


Dampak lainnya menyebabkan kesehatan mental wanita terganggu. Ancaman pada wanita muda yang rentan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan mereka belum tahu caranya terbebas dari situasi tersebut serta belum adanya kesiapan mental pasangan. Selain istri, anak juga berisiko menjadi korban KDRT. Anak-anak yang menjadi saksi mata KDRT akan tumbuh dengan berbagai kesulitan, seperti kesulitan belajar, terbatasnya keterampilan sosial, anak kerap menunjukkan perilaku nakal, berisiko depresi atau gangguan kecemasan berat. 


Untuk mencegah bahaya kesehatan akibat pernikahan dini, pendidikan bisa menjadi salah satu hal yang berperan penting. Pendidikan dapat memperluas wawasan anak dan remaja serta membantu meyakinkan mereka bahwa menikah haruslah dilakukan di saat dan usia yang tepat. Menikah bukanlah sebuah paksaan dan juga bukan sebuah jalan untuk terbebas dari kemiskinan. Pendidikan dapat memberi informasi mengenai tubuh dan sistem reproduksi diri sendiri ketika nanti akan menikah.

Artikel Stunting

 Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi


Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.


Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.


Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.


“Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih”, tutur Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, di Jakarta (7/4).


Diterangkan Menkes Nila Moeloek, kesehatan berada di hilir. Seringkali masalah-masalah non kesehatan menjadi akar dari masalah stunting, baik itu masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan, serta masalah degradasi lingkungan. Karena itu, ditegaskan oleh Menkes, kesehatan membutuhkan peran semua sektor dan tatanan masyarakat.


1) Pola Makan


Masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam.


Istilah “Isi Piringku” dengan gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, memperbanyak sumber protein sangat dianjurkan, di samping tetap membiasakan mengonsumsi buah dan sayur.


Dalam satu porsi makan, setengah piring diisi oleh sayur dan buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani) dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat.


2) Pola Asuh


Stunting juga dipengaruhi aspek perilaku, terutama pada pola asuh yang kurang baik dalam praktek pemberian makan bagi bayi dan Balita.


Dimulai dari edukasi tentang kesehatab reproduksi dan gizi bagi remaja sebagai cikal bakal keluarga, hingga para calon ibu memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin, serta memeriksakan kandungan empat kali selama kehamilan.


Bersalin di fasilitas kesehatan, lakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan berupayalah agar bayi mendapat colostrum air susu ibu (ASI). Berikan hanya ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan.


Setelah itu, ASI boleh dilanjutkan sampai usia 2 tahun, namun berikan juga makanan pendamping ASI. Jangan lupa pantau tumbuh kembangnya dengan membawa buah hati ke Posyandu setiap bulan.


Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah berikanlah hak anak mendapatkan kekebalan dari penyakit berbahaya melalui imunisasi yang telah dijamin ketersediaan dan keamanannya oleh pemerintah. Masyarakat bisa memanfaatkannya dengan tanpa biaya di Posyandu atau Puskesmas.


3) Sanitasi dan Akses Air Bersih Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih, mendekatkan anak pada risiko ancaman penyakit infeksi. Untuk itu, perlu membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar sembarangan.


“Pola asuh dan status gizi sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua (seorang ibu) maka, dalam mengatur kesehatan dan gizi di keluarganya. Karena itu, edukasi diperlukan agar dapat mengubah perilaku yang bisa mengarahkan pada peningkatan kesehatan gizi atau ibu dan anaknya”, tutupnya.

Artikel mesntruasi

 Pengertian Menstruasi

Menstruasi adalah keluarnya darah dari vagina yang terjadi sebagai dampak dari siklus bulanan. Siklus yang menjadi bagian dari proses organ reproduksi wanita dalam mempersiapkan kehamilan ini berlangsung secara alami.


Organ reproduksi wanita akan mempersiapkan kehamilan setiap bulannya. Persiapan ini ditandai dengan terjadinya penebalan pada dinding rahim (endometrium) yang berisi pembuluh darah. Apabila kehamilan tidak terjadi, endometrium akan luruh dan keluar bersama darah melalui vagina. Inilah yang dikenal dengan menstruasi. 


Menstruasi pertama bisa terjadi lebih cepat atau lambat. Namun, siklus menstruasi pertama, rata-rata dimulai pada usia 12 tahun atau 2 sampai 3 tahun setelah payudara tumbuh. Siklus menstruasi ini akan terus berlangsung hingga memasuki masa menopause.

Artikel Bahaya minuman keras

 Maraknya minuman keras (Miras) yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia, kini semakin meresahkan dengan munculnya fenomena Miras oplosan yang telah merenggut banyak korban.


Berkaitan tersebut, Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI, dr. Eka Viora, Sp.J (K), menjelaskan bahwa jenis alkohol pada Miras oplosan berbeda dengan minuman beralkohol yang biasa dikonsumsi manusia.


Kandungan minuman beralkohol yang biasa dikonsumsi manusia adalah etil alkohol atau etanol yang dibuat melalui proses fermentasi dari madu, gula, sari buah, atau ubi-ubian. Sementara yang terkandung dalam Miras oplosan bukanlah etanol melainkan metyl alkohol atau metanol. Metanol biasanya dipakai untuk bahan industri sebagai pelarut, pembersih dan penghapus cat. Metanol dapat ditemukan dalam tiner (penghapus cat) atau aseton (pembersih cat kuku). Tanpa dicampur apapun, metanol sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian. Apalagi dicampur dengan berbagai bahan lain yang tidak jelas jenis dan kandungannya.


“Metanol bila dicerna tubuh akan menjadi formaldehyde atau formalin yang beracun, berbahaya bagi kesehatan. Reaksinya dapat merusak jaringan saraf pusat, otak, pencernaan, hingga kasus kebutaan”, terang dr. Eka Viora.


Selaras dengan hal tersebut, Kasubdit Inspeksi Produksi dan Peredaran Produk Pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Chairun Nissa, Apt., MP, menyatakan bahwa pihaknya menemukan miras oplosan yang dicampur dengan suplemen minuman berenergi dan minuman alkohol tradisional seperti tuak. Namun yang lebih mengejutkan ada miras yang dioplos dengan obat nyamuk cair.


Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Danardi Sosrosumihardjo, Sp.J (K) menyatakan bahwa pada dasarnya kebiasaan minum minuman beralkohol sangat merugikan kesehatan. Terlalu banyak konsumsi alkohol sendiri dapat menurunkan kemampuan berpikir dan gangguan perilaku. Jika konsumsi berlebihan, bisa menyebabkan seseorang hilang kesadaran, kejang, hingga meninggal dunia. Penyakit serius lainnya yang disebabkan oleh alkohol diantaranya, tukak lambung, kerusakan pada hati, hingga komplikasi gangguan psikiatri berat.

Artikel perundungan

 Perundungan (bullying) adalah perilaku berulang yang bersifat agresif, merendahkan, atau mengintimidasi seseorang dengan niat untuk menyakiti atau mendominasi. Ini dapat terjadi dalam berbagai konteks, seperti di sekolah, tempat kerja, atau di lingkungan sosial. Perundungan bisa bersifat fisik, verbal, atau melibatkan penggunaan kekuatan secara sosial. Pencegahan dan penanganan perundungan merupakan fokus penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung.

kiara artha park


 

friends


 

pemandangann


 

seblakk part 2


 

seblakkk


 

Artikel Modus penipuan

 Modus penipuan online kini semakin kreatif saja. Bahkan, sedang viral saat ini adalah modus penipuan online dengan format aplikasi (.APK) yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp (WA).  


Modus penipuan undangan pernikahan dan modus penipuan kurir paket, merupakan dua dari berbagai modus penipuan yang tengah marak terjadi. Modus baru ini akan mencuri informasi dan data pribadi, sehingga penting bagi kita untuk selalu waspada.


Seperti Apa Modusnya?


Modusnya pelaku mengirimkan file .APK, agar calon korban mengklik dan menginstal .APK tersebut. Setelah diinstal, calon korban harus memberikan izin akses untuk beberapa aplikasi, yang membuat pelaku bisa mencuri data rahasia dari gawai calon korban. 


Data yang dicuri bisa beragam, mulai dari informasi pribadi, SMS, hingga informasi perbankan rahasia seperti One Time Password (OTP).


Jangan Terjebak dalam Penipuan File APK 


Untuk menghindari terjebak dalam penipuan ini, ada 3 hal peting yang harus diperhatikan, yaitu:


Jangan mengklik file .APK yang diterima dari orang yang tidak dikenal melalui pesan singkat.

Selalu memastikan sumber aplikasi yang akan diinstal, apakah benar-benar dari Google Play Store atau sumber yang terpercaya.

Jangan memberikan izin akses apapun jika aplikasi yang akan di instal tidak berasal dari sumber yang terpercaya.

Pada intinya, jika menerima file .APK dari orang yang tidak dikenal melalui pesan singkat, jangan mudah tergiur untuk mengklik dan menginstal file tersebut. Hal ini karena setelah file .APK diinstal, file .APK tersebut akan meminta akses untuk mengambil data pribadi seperti foto, video, SMS, dan akses akun m-banking.


Penipu akan memiliki kontrol terhadap gawai kita dan mengetahui seluruh informasi rahasia seperti PIN, password, dan kode OTP. Setiap orang harus memahami bahwa data pribadi adalah hal yang sangat berharga dan harus dilindungi dengan baik.​


Karena itu, penting bagi setiap orang untuk memahami cara menjaga data pribadi saat menggunakan internet. Untuk tahu cara menjaga privasi dan data pribadi online, Anda bisa mengunjungi artikel di Cerita BI tentang “Cara melindungi data ​pribadi".


Ingat, bahwa generasi digital harus selalu waspada terhadap modus penipuan online yang ada. Jangan sampai menjadi korban penipuan yang membuat Anda kehilangan informasi dan data penting. Selalu berhati-hati dan waspada terhadap modus penipuan online dari oknum nakal.

Artikel Bahaya pergaulan bebas

indonesia adalah negara dengan jumlah manusia yang sangat banyak,hal ini di karenakan wilayah Indonesia yang sangat luas serta banyak nya pulau-pulau yang ada menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman ragaman nya, banyak nya campuran budaya-budaya di Indonesia yang menjadikan negara Indonesia menjadi lebih berwarna dan terkenal,seperti yang kita ketahui saat ini banyak juga budaya- budaya asing yang telah masuk dan bahkan bercampur di Indonesia seperti club' malam dan yang lain sebagainya.


Perlu di perhatikan bahwa budaya asing yang kini telah tercampur di Indonesia sebenarnya memiliki dan membawa pengaruh buruk bagi setiap orang apalagi di kalangan anak-anak dan remaja, budaya asing yang kini di anggap selayaknya hal biasa bisa saja sangat berpengaruh besar bagi kehidupan setiap anak, banyak kita jumpai saat ini di berbagai sekolah,berbagai daerah bahkan terkadang di lingkungan sekita kita anak -anak remaja yang bisa di katakan masih berada di usia dini sudah mulai terpengaruh oleh dampak budaya tersebut yang menjadikan anak itu bergabung dan bahkan bergaul secara bebas . Seperti yang ramai di bicarakan saat ini di berbagai media seperti koran dan televisi banyak sekali siswa-siswi,anak-anak yang masih di bawah umur tertangkap sedang melakukan hal yang tidak sewajarnya di lakukan oleh mereka,miris nya lagi hal yang di lakukan mereka semata mata karena kepuasan semata. Hal seperti ini yang justru harus menjadi cambukan bagi orang tua agar selalu memperhatikan anak anak nya.


Contohnya seperti: sex bebas yang saat ini sangat ramai di bicarakan di kalangan masyarakat menjadi salah satu contoh pergaulan bebas yang sangat merugikan masa depan setiap anak, kurang nya kasih sayang dan perhatian dari orang tua sering kali menjadi alasan mengapa anak tersebut terjerumus ke hal-hal seperti itu. 


Pergaulan bebas yang sering terjadi Saat ini seperti yang banyak kita jumpai anak- anak SMA, SMP bahkan SD sudah terjerumus ke hal-hal yang tidak baik seperti merokok,narkoba,mabuk mabukan bahkan sampai melakukan hal gila lainnya.Bagaimana bisa anak-anak Indonesia memiliki masa depan yang cerah jika sedari kecil mereka sudah terjerumus ke hal-hal tidak baik seperti pergaulan bebas. Maka dari itu sedini mungkin sangat perlu di ajarkan kepada setiap anak akan hal yang seharusnya tidak mereka dekati agar tidak terjad hal-hal yang tidak di inginkan. Kurang nya perhatian dari lingkungan sekitar menjadi peluang besar untuk anak tersebut dengan mudah terjerumus ke hal-hal yang mereka anggap menyenangkan dan membahagiakan,padahal nyata nya hal itu lah yang justru membuat mereka hancur. Maka dari itu di sarankan kepada setiap orang tua memberikan perhatian yang lebih kepada sang anak, memberikan wawasan,dan membekali mereka dengan ilmu dan kegiatan yang positif sehingga tidak akan tercipta celah sedikitpun bagi oknum pelaku pergaulan bebas mempengaruhi setiap anak, setiap orang tua juga di harapakan mampu memilih dan menelaah apa yang baik dan apa yang buruk untuk anak nya.


Hal yang paling mendasar yang perlu di lakukan agar sang anak tidak terjerumus ialah memperhatikan setiap circle pertemanan sang anak dan sering bertukar cerita dengan apa yang telah di alami sang anak,hal ini dapat menjadikan sang anak lebih terbuka dan kita dapat lebih gampang mengetahui kondisi lingkungan sekitar anak kita. Sudah banyak artikel yang menuliskan banyak nya korban pelecehan seksual yang di alami oleh para remaja di Indonesia, maka dari itu mulailah menjadi seorang remaja yang produktif akan hal-hal positif dan pandai lah memilih circle pertemanan yang baik untuk diri sendiri agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan

Artijel bahaya narkoba

 Bahaya Narkoba bagi Pelajar

Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan seseorang dari masa anak-anak menuju dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba.


Jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja. Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. 


Narkoba adalah obat, bahan dan zat bukan makanan yang jika diminum, dihisap, dihirup, ditelan atau disuntik berpengaruh pada kerja otak dan sering menyebabkan ketergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah. Demikian pula fungsi vital organ lain seperti jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh diantaranya yaitu gangguan pada sistem saraf (neorologis) dengan gejala kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi ,gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) yang berakibat pada infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis) mengakibatkan penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner) menyebabkan penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, serta dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.


Selain berdampak pada fisik narkoba juga berdampak pada psikologis seseorang yang mengkonsumi narkoba. Gejala yang ditimbulkan yaitu sering berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang di inginkan, ketergantungan / selalu membutuhkan obat.


Solusi agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba bagi pelajar yaitu dengan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, melakukan kegiatan yang positif dan bergaul dengan orang orang yang membawa hal positif.

Artikel bahaya rokok

Ini Bahaya Merokok Bagi Kesehatan


Siapa yang tidak mengetahui bahaya merokok yang akan ditimbulkan pada tubuh. Mulai dari banyaknya pembahasan kesehatan tentang bahaya merokok hingga pada kemasan rokok sendiri menyantumkan apa saja bahaya yang akan didapat dari merokok. Bahaya merokok yang sudah tidak asing lagi didengar, seperti kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.


Tidak sedikit pula orang yang terkesan meremehkan bahaya merokok bagi kesehatannya, karena dirinya merasa tidak terjadi apa-apa pada tubuhnya. Sebenarnya, bahaya atau dampak negatif dari merokok tidak akan langsung dirasakan, namun bahaya merokok bisa membawa berbagai penyakit seiring berjalannya waktu karena zat yang terkandung dalam rokok. 

tiktok an ber 4


 

masyaallah


 

uprak renangg gaiss


 

miror aufaa


 

uwaaw bidadari


 

sholattt dhuha


 

cuuu bangett


 

ujanann dikittt hehe


 

happy teachers' day


 

hujanannn


 

gemesss haha


 

3 friends


 

wooww


 

selfie


 

ngeengg


 

sayaaa


 

bringkaa bringkii


 

hmzZz


 

siapa yy?


 

with hafsah


 

Vlog - pulang nyeblak


 

Vlog - mau nyeblak


 

Vlog - perjalanan ke rumah aufa


 

Vlog - part 2 sholat dhuha


 

Vlog - sholat dhuha


 

Vlog - menangkap lebah kecil bersama vega


 

Vlog - vega ngelap pake baju batik


 

Vlog - Vega jail numpahin air


 

Vlog - Aldo nongol dijendela


 

Vlog - Surprise ultah ratu


 

Vlog - selesai praktek IPA


 

Vlog - praktek IPA


 

Vlog - Sari nangis


 

Vlog - liliwetan di rumah Bu Nadia


 

Vlog - deptil tersesat


 

Vlog - main bl

 


 

Ratu Athalia Ghasani © 2008. Design By: SkinCorner